Gebrakan Link and Match SMK, 82 Siswa dari SMK Tunas Harapan Pati & SMK Kesuma Ikuti Sertifikasi Alat Berat Langsung dari Industri

JatengHits.com - ,  


PATI – Upaya konkret pemerintah dalam memperkuat daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terus digencarkan. Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dr. Arie Wibowo Khurniawan, menyampaikan apresiasi tinggi usai meninjau program pelatihan dan sertifikasi peserta didik di SMK Tunas Harapan Pati, Minggu (4/10/2026).

Dalam wawancaranya, Dr. Arie menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan kompetensi lulusan SMK benar-benar relevan dengan permintaan industri saat ini.

"Ini merupakan bagian dari tugas pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi dari lulusan SMK agar sesuai dengan permintaan industri. Dan yang sudah dilakukan di Tunas Harapan Pati ini adalah salah satu yang terbaik lah, dilakukan dengan serius, didampingi oleh industri, dan juga disupervisi oleh Dinas Pendidikan Provinsi secara ketat," puji Dr. Arie Wibowo Khurniawan di Pati, Minggu (4/10/2026).

Subsidi Nasional dan Kolaborasi Sektor Alat Berat di Pati
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara nasional pemerintah memberikan alokasi subsidi bagi ribuan sekolah—mencakup hampir 200.000 siswa di seluruh Indonesia—agar dapat melaksanakan sertifikasi kompetensi langsung bersama mitra industri.

Untuk pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi khusus kompetensi Teknik Alat Berat di wilayah Pati, kegiatan ini diikuti oleh siswa dari dua sekolah kejuruan unggulan. Sebanyak 40 peserta berasal dari SMK Tunas Harapan Pati dan 42 peserta dari SMK Kesuma Margoyoso Pati, sehingga total mencapai 82 siswa peserta sertifikasi.

Dr. Arie menekankan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak boleh berhenti sekadar pada penerbitan sertifikat semata, melainkan harus berlanjut pada tahap hilirisasi berupa rekrutmen kerja. Langkah ini diyakini menjadi strategi efektif untuk menekan angka pengangguran dari sektor vokasi.

Pentingnya Konsep Link and Match Bersama Industri
Menjawab pertanyaan terkait bagaimana pemerintah memastikan kompetensi lulusan benar-benar terserap pasar kerja, Dr. Arie menegaskan pentingnya pelibatan aktif pihak industri sejak awal penyusunan kurikulum hingga proses pengujian akhir.

"Tentu saja agar bisa sesuai dengan industri, industrinya yang kita tarik ke sekolah untuk bersama-sama dengan sekolah menyusun strategi pembelajaran sampai dengan bagaimana memastikan kualitas dari pembelajaran itu sesuai dengan industri," terangnya.

Salah satu kunci utama keberhasilan tersebut adalah pelaksanaan ujian kompetensi di akhir masa belajar yang langsung diuji oleh praktisi dari pihak industri, bukan sekadar pihak internal sekolah. Menurutnya, tanpa pelibatan langsung industri, dikhawatirkan akan terjadi kesenjangan (gap) antara kebutuhan pasar (link and match) dengan skill yang diajarkan di ruang kelas.

"Jadi link and match yang terbaik adalah industrinya masuk ke SMK, bersama dengan SMK menyiapkan program pelajarannya, kemudian diuji dengan apa yang diinginkan oleh industri," pungkas Dr. Arie.

#fyp #virals #jangkauanluas #smkbisa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama