Pekerja SPPG Pati Khawatir Kehilangan Mata Pencaharian Jika Program MBG Dihentikan

729906116_2456113234899506_186774438809042320_n.jpg
Pekerja SPPG Pati Khawatir Kehilangan Mata Pencaharian Jika Program MBG Dihentikan

Wacana penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di kalangan relawan dan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati. Mereka menilai program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi puluhan warga yang bekerja di dapur MBG.

Sejumlah pekerja dan relawan yang terlibat dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terus berlanjut. Mereka khawatir penghentian program akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan pekerjaan ratusan warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas dapur MBG.

Salah satu pekerja SPPG, Mulyati, warga Desa Sugihrejo, Kecamatan Gabus, mengaku program tersebut telah memberikan kesempatan kerja bagi banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh pekerjaan.

Menurutnya, mayoritas tenaga kerja yang terlibat di dapur MBG merupakan warga berusia di atas 40 tahun. Kelompok usia tersebut umumnya memiliki tantangan lebih besar saat mencari pekerjaan di sektor formal.

"Program ini sangat membantu masyarakat. Banyak yang bekerja di sini usianya sudah tidak muda lagi, sehingga kesempatan kerja seperti ini sangat berarti bagi mereka," ujarnya saat mengikuti aksi dukungan terhadap program MBG di kawasan Alun-Alun Pati, Selasa (23/6/2026).

Mulyati menjelaskan, satu unit SPPG mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi.

Dengan semakin bertambahnya jumlah dapur MBG di Kabupaten Pati, ia menilai program tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.

"Kalau satu dapur saja berhenti beroperasi, puluhan orang akan kehilangan pekerjaan. Apalagi jika yang berhenti jumlahnya banyak, tentu dampaknya akan semakin besar," katanya.

Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan SPPG juga dinilai menggerakkan perekonomian lokal melalui kebutuhan bahan baku yang melibatkan pemasok dari lingkungan sekitar.

Para pekerja berharap pemerintah tetap melanjutkan program MBG karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja dari program tersebut.

#mbg #pati #jangkauanluas #fyp #virals

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama