Skandal Pesantren Pati Meledak! ASPIRASI Buka Posko, Dugaan Korban Santriwati Capai Puluhan

JatengHits.com -


PATI — Aliansi Santri Pati Untuk Demokrasi (ASPIRASI) menyatakan keprihatinan mendalam atas mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan salah satu pondok pesantren Tahfidzul Qur’an di Dukuh Bagangan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Sabtu (2/5/2026).

Sorotan pada Marwah Pesantren

ASPIRASI menilai kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan hukum, tetapi juga berdampak pada marwah lembaga pesantren dan kepercayaan masyarakat terhadap kyai sebagai figur moral.

“Persoalan ini harus ditangani secara cepat, objektif, dan transparan agar tidak mencederai kepercayaan publik,” ujar Koordinator Lapangan ASPIRASI, Cak Ulil.

Bentuk Langkah Nyata

Sebagai respons atas kasus tersebut, ASPIRASI menyatakan akan mengambil sejumlah langkah konkret, antara lain:

  • Menurunkan tim investigasi independen untuk menelusuri fakta
  • Mengawal proses klarifikasi secara adil dan berimbang
  • Menyampaikan sikap resmi demi menjaga kehormatan pesantren
  • Membuka posko pengaduan korban serta memberikan bantuan hukum gratis

Buka Posko Pengaduan Gratis

ASPIRASI juga membuka posko pengaduan bagi korban yang ingin melapor, sekaligus menyediakan pendampingan hukum secara cuma-cuma.

“Kami siap mendampingi korban tanpa biaya, semata-mata untuk kemanusiaan dan tegaknya keadilan di Kabupaten Pati,” tegas Cak Ulil.

Dorong Penegakan Hukum Transparan

ASPIRASI mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum serta meningkatkan pengawasan terhadap lembaga pendidikan, guna mencegah terjadinya praktik yang merugikan santri.

Tersangka Sudah Ditetapkan

Diketahui, dalam kasus ini salah satu pengasuh pondok pesantren telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut institusi pendidikan keagamaan yang selama ini dikenal sebagai benteng moral masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama