Harga plastik di pasaran mengalami lonjakan drastis hingga hampir 100 persen pada akhir Maret 2026. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh berbagai faktor global dan domestik yang saling berkaitan, sehingga berdampak langsung pada pelaku usaha, khususnya sektor UMKM.
Salah satu penyebab utama adalah konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu pasokan naphta, bahan baku utama dalam produksi plastik. Wilayah tersebut diketahui menyumbang sekitar 25 persen ekspor polietilen dan polipropilen dunia, sementara Indonesia masih bergantung hingga 60 persen pada impor bahan baku plastik dari kawasan tersebut.
Gangguan distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz turut memperparah kondisi, sehingga pasokan bahan baku menjadi terbatas dan memicu kenaikan harga secara global.
Selain itu, lonjakan harga minyak dunia juga menjadi faktor penting. Plastik yang berbasis bahan bakar fosil sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak. Ketika harga minyak meningkat, biaya produksi plastik ikut terdongkrak.
Di sisi lain, kenaikan biaya logistik dan operasional akibat mahalnya bahan bakar serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin menambah beban industri. Kondisi ini membuat harga plastik di tingkat distribusi hingga ritel ikut melonjak tajam.
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor juga menjadi persoalan mendasar. Hingga saat ini, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri plastik secara mandiri, sehingga gejolak global sangat berpengaruh terhadap harga di dalam negeri.
Kenaikan harga ini pun dikeluhkan para pedagang dan pelaku UMKM. Mereka mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli bahan plastik, sementara daya beli konsumen tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
"Modal jadi jauh lebih besar, tapi harga jual tidak bisa langsung dinaikkan. Ini sangat memberatkan," keluh salah satu pelaku usaha.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menekan keberlangsungan usaha kecil, terutama yang sangat bergantung pada bahan kemasan plastik dalam operasional sehari-hari.
#virals #fyp #jangkauansemuaorang #jateng #plastik